MRB Finance

Mendeteksi Laporan Keuangan Yang Tidak Sehat

Setelah mengetahui betapa pentingnya laporan keuangan pada usaha kamu, Laporan keuangan tidak hanya  sekedar penampil kondisi bisnis kamu saat ini saja, tetapi juga bisa jadi patokan kamu mengambil keputusan untuk bisnis kamu kedepannya.  Itu sebabnya kenapa ternyata laporan keuangan ini bener bener harus jadi perhatian kamu. Bener bener harus diperhatikan. Karna semua bersumber dari laporan keuangan, segala bentuk informasi yang menggambarkan perusahaan kamu bisa kamu telusuri di laporan keuangan yang tersaji, tentunya harus tersaji dengan tepat ya.

Tentunya kita pasti mau tahu, laporan keuangan seperti apa yang tidak sehat yang harusnya tidak terjadi pada laporan keuangan kita.

1.       MENGGABUNGKAN KEUANGAN PRIBADI DAN BISNIS

Masih banyak banget dari para pengusaha yang menganggap remeh hal ini dan masih dilakukan sampai hari ini.

Padahal, ini hal dasar yang ternyata bisa bikin laporan keuangan kamu mengalami kebocoran. Apalagi kalau kamu punya hoby belanja, sudah dipastikan hal ini bikin laporan keuangan kamu bocor dan jadi tidak  sehat.

Belanja terus sampai lupa kalo selama ini belanja pakai uang bisnis. Nanti pas mau beli bahan produksi, tanggal penggajian karyawan, ternyata saldo ATM minus, siapa yang pusing?

Untuk menghindari tercampurnya uang bisnis dengan uang pribadi kamu :

  • Buatlah 2 rekening untuk pribadi dan usaha

  • Terapkan juga sistem gaji. Berikan gaji yang sesuai kepada diri kamu sendiri, sistem gaji ini ampuh banget biar kamu bisa atur kendali atas diri kamu juga. dengan sistem gaji ini kamu juga bisa lihat, keuntungan ataupun kerugian dari bisnis kamu.

Nah, jadi apakah keuangan pribadi dan bisnis kamu masih dicampur?

2.       PUNYA TERLALU BANYAK HUTANG

Terlalu banyak hutang juga bisa bikin laporan keuangan kamu kena penyakit serius. Apalagi saat penjualan di bisnis kamu sedang menurun, sedangkan ada hutang yang harus segera kamu lunasi, belum lagi urusan operasional kantor yang juga harus tetap berjalan meski penjualan mengalami penurunan.

  • Rasio hutang yang aman adalah dibawah 40%, jika sudah diatas 40% itu akan membahayakan finansial di bisnis kamu.

3.       BANYAK PIUTANG TAK TERTAGIH

Selain terlalu banyak hutang, terlalu banyak piutang tak tertagih juga bisa bikin laporan keuangan kamu jadi tidak sehat.

Banyak nya piutang yang masih tertahan di customer membuat operasional bisnis kamu jadi tersendat karna masih banyak uang kamu yang berada diluar alias belum masuk ke bisnis kamu. Jika terus menerus dibiarkan akan beresiko mengancam bisnis kamu.

  • Buatlah sistem jatuh tempo. Jadi si piutang ini ada umur piutangnya, ada jatuh tempo pembayarannya dengan seperti ini  bisnis kamu juga ke handle dengan baik.

  • Jika customer bandel, masih saja tidak mau membayar saat jatuh tempo, berikan system denda yang sesuai jika membayar diluar jatuh tempo.

4.       KURANGNYA PENGAWASAN DAN PENGECEKAN

Dalam hal laporan keuangan, pengawasan jadi  hal yang sangat penting. Pengawasan ini selain kamu bisa jadi lebih tau kondisi bisnis kamu  juga bisa langsung mendeteksi jika ada kecurangan yang terjadi dalam bisnis kamu.

Cara yang paling mudah dalam melakukan pengawasan :

  • Melakukan pengecekan secara rutin, bisa dilakukan seminggu sekali atau sebulan sekali, mengecek bukti fisik dengan catatan, melakukan transaksi secara non tunai, agar memudahkan kamu dalam pengecekan.

Dengan rutin melakukan pengawasan, kamu jadi paham apa yang terjadi dengan bisnis yang kamu jalani saat ini atau untuk saat yang akan datang.

Recent Post