MRB Finance

7 Checklist Siklus Akuntansi Untuk Business Owner Pahami

Akuntansi adalah kegiatan pencatatan, penggolongan, pembuatan ikhtisar dan pelaporan suatu transaksi keuangan perusahaan yang terjadi dengan tujuan memberikan informasi dan laporan bagi pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.

Pihak yang berkepentingan tersebut meliputi pihak intenal dan eksternal.

  • Pihak eksternal : terdiri dari dalam perusahaan (pemilik dan manajemen),

  • Pihak internal : investor, supplier, pemberi pinjaman dan pemerintah..

Di akuntansi, kita mengenal istilah siklus akuntansi yang berarti tahapan kejadian akuntansi dari awal sampai akhir. Saat akhir laporan, semua catatan disusun dengan rapi dan data yang disajikan siap dipertanggungjawabkan.

KENAPA SIKLUS AKUNTANSI PENTING BAGI PERUSAHAAN?

  • Siklus akuntansi bagi perusahaan dapat membantu dalam melacak dan menganalisa semua transaksi yang sudah terjadi. Transaksi yang terjadi harian pun ditulis dalam jurnal berbeda sepeti pembelian dan penjualan.

  • Ketika menerapkan siklus akuntansi, akuntansi bisnis memiliki kemungkinan untuk melakukan penyesuaian peraturan pemerintah beserta pajak yang berlaku. Perusahaan wajib menyerahkan bukti pembayaran pajak yang sudah ditetapkan dan disesuaikan dengan penghasilan perusahaan.

  • Pihak manajemen pun bisa menentukan jadwal pengecekan laporan keuangan secara berkala. Lalu, mereka bisa mengambil keputusan berdasarkan sajian laporan keuangan.

  • Laporan keuangan sebuah perusahaan menjadi salah satu yang mempengaruhi performa bisnis. Oleh sebab itu sebaiknya perlu dilakukan analisis internal dengan mencatatnya dalam bentuk jurnal. Laporan keuangan membantu pihak internal dan eksternal mengetahui perkembangan bisnis.

TAHAPAN SIKLUS AKUNTANSI

Siklus akuntansi memiliki 7 tahapan, simak infografis berikut :

Red and Beige Clean & Corporate Previous Heads of the Organization Timeline Infographic.png

KESIMPULAN

7 tahapan dalam siklus akuntansi antara lain identifikasi transaksi, pembuatan jurnal, pemindahan ke buku besar, penyusunan neraca saldo, pembuatan jurnal penyesuaian, pembuatan jurnal penyesuaian, pembuatan laporan keuangan dan pembuatan jurnal penutup.

Untuk membuat laporan keuangan harus menerapkan tahapan tersebut secara berurutan, jika ada yang terlewat bisa menyebabkan laporan keuangan menjadi tidak akurat.

Untuk itu diperlukan seorang yang professional untuk menhandle laporan keuangan perusahaan, agar perusahaan dapat berkembang dan membuat keputusan yang tepat sesuai dengan laporan keuangan yang real.

Untuk konsultasi mengenai laporan keuangan perusahaan, klik tombol berikut:

Recent Post